ALASAN-ALASAN MEMILIH WEBLOG
Mengapa memilih Weblog ? Fichter memberikan alasan karena penggunaan blog yang sangat mudah. Pustakawan tidak perlu memiliki keahlian khusus dalam penulisan web. Cukup hanya berbekal ¿bisa berinternet¿ saja. Pustakawan hanya perlu menuliskan identitas diri untuk kemudian memilih desain. Setelah itu perpustakaan sudah memiliki sebuah blog. Nasution (2007) menambahkan berbagai alasan menggunakan blog. Ada 8 alasan yang dikemukakan. Yang pertama adalah tanpa biaya. Hal ini dikarenakan penyedia layanan web untuk membuat blog banyak ditawarkan tanpa biaya, atau kalau dengan biaya biasanya relatif sangat murah. Bandingkan hal ini dengan pembuatan situs Web yang perlu biaya lumayan untuk mendaftarkan URL yang dipilih. Yang kedua adalah mudah. Pengguna tidak perlu mempunyai pengetahuan yang canggih akan bahasa HTML dan sebagainya. Cukup mendaftarkan diri di penyedia layanan blog yang tersedia. Pengguna sudah dapat ber blogging ria. Selanjutnya, yang ketiga, adalah cocok untuk siapa saja. Yang keempat adalah memberikan ¿sense of purpose.¿ Kelima, melatih kemampuan berfikir. Keenam, sebagai tempat untuk berbagi dan berekspresi. Hal ini dimungkinkan dengan adanya fitur komentar di dalam pembuatan blog tersebut. Dan yang ketujuh adalah memiliki komunitas sendiri. Dengan pilihan topik yang khas dan unik, hal ini mengundang komunitas tersendiri untuk berbagi tentang topik yang dipilih tersebut. Yang terakhir adalah sebagai “The New Media” di Internet.
Selanjutnya, Abram seperti dikutip Albanese (2006) mengatakan blog dapat digunakan untuk membuat folksonomies dan message board. Blog juga dapat menciptakan context, pembelajaran, komunitas, dan memperbaiki kualitas. Blog bahkan memungkinkan pengguna untuk menambahkan review pada katalog perpustakaan. Hal ini adalah trend jangka panjang. Evan juga dikutip oleh Albanese mengemukakan pendapatnya berbagai interaksi online yang tidak formal sangat penting bagi masa depan perpustakaan. Dengan berbagai alasan diatas, blog merupakan salah satu peluang untuk memasarkan produk dan layanan perpustakaan.
KEGUNAAN BLOG
Apa saja yang bisa dilakukan dengan blog? Fitcher menuliskan yang bisa dilakukan perpustakaan dengan blog sebagai berikut:
1) Mempromosikan kegiatan perpustakaan
2) Mendukung pengguna perpustakaan yang setia memanfaatkan layanan perpustakaan
3) Menciptakan kedekatan dengan komunitas yang dilayani
4) Mendukung komunitas yang dilayani
5) Menciptakan ikatan-ikatan baru
Dengan keterbatasan SDM, waktu, dan dana yang merupakan keluhan yang sering kita dengarkan dari para pustakawan, blog merupakan pilihan yang sangat sesuai untuk mempromosikan kegiatan perpustakaan. Tentunya dalam hal ini dituntut kekreatifan pustakawan untuk memanfaatkan fasilitas yang murah meriah ini. Contoh kegiatan pemasaran layanan perpustakaan yang dapat dilakukan dengan fasilitas blog ini adalah promosi koleksi baru yang dimiliki perpustakaan. Fitcher menyarankan untuk mengelompokkan koleksi baru kedalam topik-topik yang menarik seperti: horror, misteri, roman, fiksi dan lain sebagainya. Sangat menarik apabila diadakan review buku baru dan didiskusikan dengan pengguna dan libatkan pengguna agar bisa merekomendasikan ke pengguna lain. Dapat juga dilakukan promosi program minat baca bagi komunitas yang dilayani, seperti yang dilakukan oleh perpustakaan penulis di perpustakaan umum Cobb County di Georgia-Amerika dalam mempromosikan program membaca Let¿s Read Cobb! Dan masih banyak kegiatan perpustakaan lainnya yang dapat dibuat interaktif dengan pengguna sehingga membuat blog perpustakaan tersebut menarik ditengah tengah keberadaan blog blog lainnya di alam maya ini.
Fitcher memberikan tip-tip berguna yang dapat menarik pengguna untuk mengunjungi blog perpustakaan tersebut, misalnya kutipan-kutipan dari karya-karya sastra terkenal yang selalu di update setiap hari, mengadakan kuis setiap hari Jumat, berbagi hal-hal yang pengalaman-pengalaman yang menarik tentang kampus seminggu sekali dan lain sebagainya. Fitcher juga menegaskan jangan terlalu takut untuk mengembangkan ¿keunikan¿ dari blog yang dimiliki perpustakaan.
Tidak akan mengherankan apabila kemudian dengan blog perpustakaan ini akan dapat meraih komunitas baru. Dengan sifat blog yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, perpustakaan berkesempatan dapat menjangkau pengguna sebanyak mungkin.
WAKTU YANG TEPAT MENGGUNAKAN BLOG
Kapan saatnya perpustakaan menggunakan blog? Fitcher menuliskan pastikan terlebih dahulu blog adalah alat yang tepat untuk memasarkan perpustakaan. Perpustakaan harus menentukan terlebih dahulu ¿siapa yang menjadi target pengguna.¿ Apakah memang target pengguna perpustakaan adalah orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan internet? Apakah target pengguna adalah orang-orang yang menyukai hal baru? Apakah perpustakaan ingin menjangkau pengguna yang lebih luas lagi?
Setelah menentukan target dan lingkup pengguna perpustakaan, perpustakaan harus menentukan pesan apa yang akan disampaikan melalui blog. Dalam hal ini perpustakaan dituntut untuk memahami keinginan pengguna dan kreatif. Langkah berikutnya adalah memilih blogging tools. Perpustakaan bisa memulainya dengan mencoba setidaknya dua atau tiga penyedia layanan blog. Dengan mencoba beberapa blog, perpustakaan bisa memilih blog seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BLOG
Sebelum memulai membuat blog, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih penyedia layanan blog. Ada beberapa pilihan penyedia layanan blog secara gratis seperti tercantum di bawah ini:
PENYEDIA LAYANAN BLOG ALAMAT
B2 http://www.cafelog.com/

Blog City http://www.blog-city.com/

Blogger.com http://www.blogger.com

Blosxom http://www.blosxom.com/

FogCreek’s CityDesk http://www.fogcreek.com/CityDesk

Live Journal http://www.livejournal.com/

Nucleus CMS http://nucleuscms.org/

Onclave http://www.onclave.org/

Pitas http://www.pitas.com/

Pmachine http://www.pmachine.com/

Web Crimson http://webcrimson.com/

WordPress http://www.wordpress.com/

Xangan http://www.xanga.com/

Pustakawan perlu untuk melihat-lihat berbagai layanan blog yang ditawarkan untuk memastikan layanan blog mana yang sesuai. Setelah memilih layanan blog yang sesuai, pustakawan dapat dengan mudah mengikuti langkah-langkah yang diberikan melalui layanan blog yang telah dipilih tersebut. Berikut ini akan diberikan contoh langkah-langkah sederhana pembuatan blog.
Langkah-langkah sederhana pembuatan blog dapat ditampilkan sebagai berikut:
Pilih salah satu penyedia layanan blog (lihat daftar yang telah diberikan di atas). Contoh pada gambar 3 dan gambar 4 menampilkan situs wordpress.com dan situs blogger.com yang menawarkan layanan pembuatan blog gratis. Segera setelah blog diaktifkan, langkah-langkah berikutnya yang diberikan oleh masing-masing penyedia layanan blog sangat mudah untuk diikuti. Dalam sekejab, perpustakaan sudah memiliki salah satu media online sebagai sebuah peluang untuk memasarkan layanan perpustakaan yang ada.

Setelah menentukan penyedia layanan blog, tiga langkah mudah dalam pembuatan blog, yaitu:
– membuat account
– memberi nama blog
– memilih template
Tentunya sebelum memulai membuat blog ini, hal yang harus dipikirkan oleh perpustakaan dengan serius adalah cetak biru dari blog yang akan dibangun ini. Perpustakaan tidak hanya mengikuti trend dari pembuatan blog yang menjamur dimana-mana, akan tetapi telah dipikirkan tentang maksud dan tujuan serta pesan yang diemban dengan pembuatan blog ini. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk senantiasa meng¿update¿ pesan/isi dari blog tersebut. Selalu meng¿update¿ informasi adalah salah satu ciri dari blog. Apabila perpustakaan memang menginginkan blognya diminati pengguna, perpustakaan harus siap mengelola isi informasi dari blog. Selain selalu meng¿update¿ informasi, perpustakaan juga dapat memasarkan blognya melalui promosi ke pengguna, promosi ke berbagai milis perpustakaan ataupun milis-milis yang diminati pengguna.
Blair (2006) menyamakan kelahiran blog dengan kelahiran bayi. Kalau orangtua merencanakan dengan teliti kelahiran bayinya, demikian juga seorang blogger (pengguna blog) harus melakukan hal yang sama. Seperti menginginkan kelahiran seorang bayi, memulai sebuah blog juga merupakan komitmen jangka panjang. Ruang lingkup yang jelas, target pengguna yang jelas, penampakan yang professional, dan pemeliharaan yang berkelanjutan, semuanya tidak terjadi hanya dalam waktu semalam saja. Blair menambahkan langkah-langkah ¿melahirkan¿ sebuah blog yang bisa berumur panjang (dalam arti benar-benar diminati dan berdaya guna) adalah:
1) Ruang lingkup/visi
2) Identifikasi pengguna utama dan sekunder
3) Tentukan topik-topik utama
4) Sumber dari isi/berita yang jelas darimana diperoleh
5) Penjadwalan
6) Ide-ide untuk pemasaran dan peluncuran
7) Kriteria evaluasi
8) Rambu-rambu publikasi
9) Rambu-rambu editorial
10)Ukuran keberhasilan
Menentukan ruang lingkup blog dari awal akan mencegah blog keluar dari tujuan awal. Dengan penentuan ruang lingkup dari awal akan membuat pemilihan isi senantiasa konsisten. Setelah menentukan ruang lingkup, langkah berikutnya adalah mengidentifikasikan siapa pengguna utama dan sekunder. Mengidentifikasikan pengguna utama akan membantu mengetahui hal-hal yang menarik perhatian pengguna. Dengan memahami siapa pengguna utama akan membuat blog yang dibuat tidak salah sasaran.
Setelah mengerti ruang lingkup dan pengguna, berikutnya adalah menentukan topik-topik yang menjadi prioritas. Keberhasilan berkomunikasi dengan pengguna juga ditentukan oleh topik-topik yang jelas dan sesuai minat.
Langkah berikutnya adalah sumber-sumber yang digunakan untuk isi yang baru. Darimana sumber berasal harus ditentukan dengan jelas. Perpustakaan diharapkan menggunakan sumber-sumber yang dapat dipercaya sebagai acuan untuk membuat isi baru.
Menentukan jadwal sangat penting dalam dunia perblog-an. Blair (2006) mengemukakan pengalamannya yang membutuhkan sekitar 6 bulan dimulai dari pertemuan-pertemuan (rapat-rapat) sampai dengan diluncurkannya sebuah blog. Bagaimanapun juga proses pembuatan blog memerlukan waktu yang tidak pendek dan harus dipikirkan dengan serius. Promosi dan peluncuran blog perpustakaan harus memperhatikan waktu yang tepat. Bagi perpustakaan universitas misalnya waktu peluncuran disesuaikan dengan saat-saat mahasiswa tidak sedang libur dan tidak sedang menjalani ujian. Peluncuran blog perpustakaan membutuhkan waktu yang tidak pendek, untuk mengetahui ketertarikan pengguna yang menjadi sasaran.
Selanjutnya menentukan kriteria evaluasi keberhasilan blog. Jumlah pengunjung blog, siapa saja yang mengunjungi, respon pengunjung, bisa dijadikan masukan untuk keberhasilan blog. Kalau perlu diadakan survey khusus dalam hal ini. Keteraturan ¿update¿ menjadi langkah berikut yang harus diperhatikan. Blair (2006) menyatakan keteraturan update merupakan kunci agar pengguna setia untuk mengunjungi blog perpustakaan yang dibangun tersebut. Yang harus dilakukan berikutnya adalah adanya rambu-rambu editorial yang jelas. Informasi seperti apa? Seberapa panjang informasinya? Topik-topik apa saja yang diperbolehkan?.
Langkah terakhir dalam pembuatan blog yang sukses adalah mengukur kesuksesan itu sendiri. Setelah pada langkah diatas diukur respon pengguna, untuk kemudian diperbaiki hal-hal yang penting untuk menarik pengunjung, apakah pengguna semakin meningkat, apakah blog diupdate dengan teratur? Apakah setiap posting menarik bagi pengguna? Banyakkah pengguna yang setia?
CONTOH BLOG PERPUSTAKAAN
Perpustakaan Georgia State University (http://www.library.gsu.edu/news/) adalah salah satu contoh perpustakaan yang membangun blognya dengan serius. Setiap waktu selalu ada berbagai posting terbaru yang berisi berbagai kegiatan, berita terbaru perpustakaan maupun mempromosikan berbagai resources yang dimiliki perpustakaan. Tampilan dari blog tersebut dapat dilihat di situs blog mereka: http://www.library.gsu.edu/news/ dan seperti tampak dalam gambar 5 di bawah ini.

Perpustakaan Umum Waterboro juga memiliki blog yang sangat dinamis. Berbagai berita perpustakaan dan promosi layanan informasi senantiasa diperbarui dari hari ke hari. Tampilan blog perpustakaan Umum Waterboro dapat dilihat di situs mereka di http://www.waterborolibrary.org/blog.htm dan seperti terlihat pada gambar 6 di bawah ini.

Di Indonesia, blog belum terlalu dimanfaatkan oleh perpustakaan. Putu Pendit, seorang pustakawan Indonesia yang telah membangun sebuah blog dan melalui blognya, Putu Pendit berbagi pengalaman penelitian di bidang perpustakaan dan informasi di Indonesia. Blog Putu Pendit dapat dilihat di http://360.yahoo.com/putu_pendit dan seperti terlihat di gambar 7.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: