Karakteristik Manusia Komunikan

A.    Konsepsi Psikologis tentang Manusia

Teori Ilmu Komunikasi dilatarbelakangi oleh konsepsi psikologi tentang manusia, yaitu :

1.     Homo Volens              : manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginan yang terpendam.

2.     Homo Mechanicus     : manusia sebagai makhluk yang digerakkan semuanya oleh lingkungan.

3.     Homo Sapiens                        : manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya.

4.     Homo Ludens             : manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya.

Karakter manusia merupakan sintesis dari keempat macam teori psikologi, yaitu : psikoanalisis (homo volens), behaviorisme (homo mechanicus), kognitif (homo sapiens), dan humanism (homo ludens). Sebab tak ada manusia yang hanya memiliki satu macam karakter dari teori psikologi.

A.    Konsepsi manusia dalam Psikoanalisis

Sigmund Freud, sebagai pendiri psikoanalisis, mendeskripsikan psikoanalisis yaitu memfokuskan perhatiannya pada totalitas kepribadian manusia, bukan pada bagian-bagian terpisah. (Asch, 1959 : 1)

Psikoanalisis mempelajari tentang struktur jiwa manusia dan alam bawah sadar sehingga dapat diketahui kepribadian seseorang. Terdapat 3 macam struktur jiwa manusia, yaitu Id, ego, dan superego.

Id berkaitan dengan hawa nafsu dan dorongan biologis. Ego sebagai jembatan antara Id dengan superego. Superego sendiri adalah hati nurani (conscience) atau polisi kepribadian. Id, ego, dan superego dapat disebut pula sebagai animal, rasional, dan moral atau juga hewani, akali, dan nilai.

B.    Behaviorisme

Bahaviorisme menganalisis segala sesuatu yang nampak, tidak mempersoalkan baik buruk, melainkan perilakunya dikendalikan oleh faktor lingkungan. Dalam behaviorisme lebih ditekankan bagaimana seseorang terbentuk oleh pengalaman. Bisa diibaratkan sebagai manusia mesin yang mengikuti lingkungan, manusia plastis yang siap dibentuk, dan tabula rasa atau meja lilin yang siap dilukis dengan pengalaman-pengalaman.

Contohnya adalah pelaziman klasik, operant condiotioning, dan peneguhan (reinforcement). Pelaziman klasik dimisalkan ketika anak kecil membaca buku dan diambil bukunya, maka dia akan membenci buku.

Kelemahan behaviorisme yaitu tidak bisa menjelaskan self motivated. Motivasi terdapat dalam diri individu, sedangkan behaviorisme dibentuk oleh lingkungan.

  1.  Kognitif

Manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, tetapi sebagai makhluk yang selalu berfikir (homo sapiens). Psikologi kognitif berasal dari rasionalisme Immanuel Kant, Rene Descartes dan Plato. Descartes dan Kant menyimpulkan bahwa jiwalah (mind) yang menjadi alat utama pengetahuan, bukat alat indera.

Menurut para psikolog Gestalt, manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan. Manusialah yang menentukan makna stimuli. Menurut Kurt Lewin teori konsistensi kognitif dilahirkan dari konsep tension. Teori ini menyatakan bahwa individu berusaha mengoptimalkan makna dalam persepsi, perasaan, dan pengalamannya. Bila tidak optimal, timbullah tension (tegangan).

Sejak pertengahan tahun 1950an berkembang penelitian mengenai perubahan sikap kerangka teoritis manusia sebagai pencari konsistensi kognitif. Misalnya teori disonansi kognitif artinya ketidakcocokan. Sehingga terus mencari alasan yang tepat untuk menolak suatu pernyataan.

Awal tahun 1970an, teori disonansi dikritik dan muncul manusia sebagai pengolah informasi atau memecahkan persoalan.

  1.  Humanisme

Menurut Floyd W.Matson, psikologi humanistic bukan hanya mempelajari penciptaan manusia, melainkan makna terciptanya manusia itu sendiri. yang paling penting bukan apa yang didapat dari kehidupan, tetapi apa yang dapat kita berikan untuk kehidupan.

Carl Rogers menyimpulakn asumsi tentang Psikologi Humanistik sbb :

1.     Setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi.

2.     Manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisasikan diri.

3.     Individu bereaksi pada situasi sesuai dengan persepsi tentang dirinya dan dunianya.

4.     Anggapan akan ancaman diri, akan diikuti oleh pertahanan diri.

5.     Kecenderungan batiniah manusia ialah menuju kesehatan dan keutuhan diri.

B.    Faktor Personal Mempengaruhi Perilaku

Mc Daugall menekankan pentingnya faktor-faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dan masyarakat. ada dua pendapat mengenai faktor personal yang mempengaruhi perilaku, yaitu antara perspektif yang berpusat pada personal dengan perspektif yang berpusat pada situasi. Secara garis besar terdapat dua garis besar, yaitu :

1.     Faktor Biologis

Warisan biologis manusia menentukan perilakunya, dapat diawali sampai struktur  DNA. Muncul aliran sosiobiologi, yang memandnag segala kegiatan manusia, termasuk agama, kebudayaan, moral, berasal dari struktur biologinya.

Struktur biologis manusia adalah genetika (mempengaruhi kecerdasan, emosi), sistem syaraf (mengatur pekerjaan otak), dan sistem hormonal(mengatur proses psikologi).

Pengaruh biologis terhadap perilaku manusia yaitu instink (memberi makan, merawat anak) dan motif biologis (kebutuhan makan, minum, istirahat, kebutuhan memelihara kelangsungan hidup dengan menghindari sakit dan bahaya).

2.     Faktor Sosiopsikologis

Karakter manusia sebagai makhluk sosial dapat diklasifikasikan menjadi tiga komponen, yaitu : komponen afektif (aspek emosional), komponen kognitif(aspek intelektual), dan komponen konatif(aspek volisional yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak). Komponen afektif terdiri dari motif sosiogenis, sikap, dan emosi.

a.      Motif sosiogenis

–        Motif ingin tahu : mengerti, menata, dan menduga.

–        Motif Kompetensi : apabila telah memenuhi kebutuhan biologinya, maka yakin akan masa depan yang gemilang

–        Motif Cinta : hal essential manusia yaitu dicintai dan mencintai.

–        Motif Harga diri untuk mencari identitas : kehadiran diperhitungkan bukan hanya sekedar bilangan. Bersamaan dengan kebutuhan akan harga diri, seseorang mencari identitas dirinya.

–        Kebutuhan akan Nilai, kedambaan, dan makna kehidupan / motif keagamaan : kehilangan nilai menyebabkan tidak mempunyai kepastian untuk bertindak, mudah putus asa, dan hilangnya pegangan hidup.

–        Pemenuhan diri : meningkatkan kualitas, memenuhi potensi.

b.     Sikap

Kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, dan nilai. Ciri-ciri dari sikap : sebagai pendorong / motivasi, relative lebih menetap, dan mengandung aspek evaluative.

c.      Emosi

Emosi menunjukkan kegoncangan organisme yang disertai oleh gejala kesadaran, keperilakuan, dan proses fisiologis. Empat fungsi emosi, yaitu : emosi sebagai pembangkit energy, emosi sebagai pembawa informasi, emosi sebagai pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal, dan emosi sebagai sumber informasi tentang keberhasilan. Maka dari itu, emosi memegang peranan yang penting sebab emosi terlibat dalam komunikasi sejak proses penyandian, penyampaian pesan, bahkan sampai efek dalam diri komunikan.

d.     Kepercayaan

Kepercayaan yaitu keyakinan bahwa sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’ atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman, atau intuisi (Hohler, et al., 1978:48). Menurut Solomon E. Asch (1959 : 565 – 567), kepercayaan dibentuk oleh pengetahuan, kebutuhan, dan kepentingan.

e.      Kebiasaan

Kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis dan tidak direncanakan.

f.      Kemauan

Menurut Richard Dewey dan W.J Humber, kemauan merupakan :

–        hasil keinginan untuk mencapai tujuan tertentu sehingga mendorong orang untuk mengorbankan nilai-nilai yang lain.

–        Berdasarkan tentang pengetahuan cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

–        Dipengaruhi oleh kecerdasan dan energy

–        Pengeluaran energy yang sebenarnya dengan satu cara yang tepat untuk mencapai tujuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: